Tour de Singkarak 2013


Jika anda jalan-jalan ke kota Padang, Sumatera Barat, sebaiknya jangan lupa mampir ke pantai Nirwana, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota Padang ke Arah Bungus. Dahulu, pantai ini juga dikenal dengan sebutan Karang Tirta. Pantai ini sangat nyaman dan masih alami, hamparan rumput dan pohon-poohon kelapa yang hijau, suasananya sangat segar dengan pemandangan kapal-kapal dan pulau-pulau kecil di arah laut membuat pantai ini tak kalah pentingnya untuk dikunjungi.


Sebelum mampir di pantai Nirwana, pada beberapa titik kami berhenti untuk melihat pemandangan laut dari atas tebing, dan mengambil beberapa buah foto dari sana. Di tepian jalan di sebuah titik pemberhentian menuju Pantai Nirwana Padang, tampak kawanan monyet berlalu lalang di atas batuan cadas dan dahan-dahan pepohonan. Mereka sepertinya telah terbiasa mendapatkan upeti dari para pejalan yang lewat di daerah kekuasaannya.

Pantai Nirwana ini di kelilingi oleh jurang-jurang yang ditumbuhi pohon-pohon dan air laut yang tenang, ketika hari mulai sore, kita juga dapat menyaksikan sunset, jika cuaca sedang bagus, kita akan mendapatkan sebuah pemandangan matahari terbenam yang sangat cantik dengan warna orange kemerah-merahan.
Sesampai di lokasi, kami segera membeli tiket masuk yang bertarif Rp. 5.000 untuk dewasa dan Rp. 2.500,- untuk anak-anak. Wow, banyak sekali perahu nelayan yang berada di dekat bibir pantai itu. Ketika masuk saya melihat  pemandangan seperti gambar di atas.

Ya, pantai ini tampak sangat tenang sekali. Saya tidak seperti berada di pantai melainkan seolah sedang berada di danau. Ombak yang berkejaran tidak sampai ke bibir pantai ini, mereka memecahkan diri di tengah lautan  sehingga buih putih tampak bak kumpulan busa deterjen.
Sembari menunggu sunset datang, kita dapat  menikmati pemandagan yang ada dengan bersantai di pondok-pondok kayu sepanjang bibir pantai yang telah disediakan oleh penduduk setempat dengan membayar sebesar Rp 20.000 sambil menikmati segarnya air kelapa muda. (http://andalastour.com)

Categories:

Leave a Reply