Tour de Singkarak 2013

Perhelatan akbar balap sepeda internasional Tour de Singkarak resmi dihelat di Sumatera Barat, Sabtu 1 Juni 2013 malam. Di Taman Jam Gadang Kota Bukittinggi-97 kilometer dari Kota Padang-Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomo Kreatif Sapta Nirwandar menabuh Gendang Tasa (Alat musik tradisional Minangkabau), yang menandakan dilounchingnya perlombaan sepeda internasional di tahun ini.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, mengatakan Tour de Singkarak merupakan paduan antara olahraga dengan promosi pariwisata dan olahraga. Dalam bentuk prestasi lomba balap sepeda internasional dengan latar keindahan alam di daerah ini. "Sehingga banyak diminati pembalap internasional," ujarnya.


Sapta mengaku, Tour de Singkarak masuk lima besar lomba balap sepeda internasional yang diminati pembalap dunia. "Jumlah penontonnya luar biasa," ujarya.

President Amaury Sport International (ASO), Jean-Etienne Amaury, yang juga sebagai penyelenggara dari Tour de France ini mengatakan, balap sepeda dengan keindahan alamnya ini telah tercatat sebagai even internasional. "Indahnya landscape alam di daerah ini otomatis dipromosikan," ujarnya.

Dari sisi penyelenggaraan Tour de Singkarak semakin tahun semakin profesional, baik dari sisi peserta, keterlibatan negara dan dukungan daerah. Saat ini, ada 16 tim internasional. "Sumatera Barat sebagai destinasi pariwisata sudah diperhitungkan dalam skala internasional," ujar Sapta

Tour de Singkarak tahun ini, akan melombakan 7 etape dengan total jarak 1057. Km. Melewati 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Ketujuh etape tersebut adalah; Etape 1 Bukittinggi - Bonjol Pasaman, Etape 2 Payakumbuh-Singkarak, Etape 3 Padang Panjang - Istana Basa Pagaruyung, Etape 4 Sijunjung - Pulau Punjung Dharmasraya, Etape 5 Sawahlunto - Muaro Labuah Solok Selatan, Etape 6 Pariaman-Painan dan Etape 7 Padang Pariaman-Padang Circuit.

Menurut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, melalui Tour de Singkarak ini, pariwisata di 17 kabupaten/kota itu akan dipromosikan. Apalagi, di masing-masing daerah yang dilalui pembalap itu, memiliki keindahan alam, dan budaya masyarakat yang berbeda. "Kuliner di masing-masing kabupaten/kota itu memiliki ciri khas," ujar Irwan.

Adapun 15 tim asing yang ikut yaitu , Ayandeh Continental Team Iran, OCBC Singapore, Action Cycling Team Cina Taipe, Budget Forlifts Team Australia, CCN Cycling Team Brunei Darussalam, Global Cycling Team Belanda, Japan National Team, LBC-Mvpsf Cycling Filipina, Malaysian National Team, Polygon Sweet Nice Irlandia, Satalyst Gian Racing Australia dan Tabriz Petrochemical Cycling Team Iran.

Sebanyak, 6 tim Indonesia adalah Indonesiaan National Team, BRCC Banyuwangi, Custom Cycling Club, Binong Baru Pessel, Araya, Tuah Sakato Cycling Team serta Putra Perjuangan Bandung.

Sumber : Tempo.co


Categories:

Leave a Reply