Tour de Singkarak 2013












Ajang balap sepeda menjelajahi panorama keindahan alam Sumatera Barat, Tour de Singkarak (TdS) 2013 menyedot perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan untuk datang menyaksikan kecepatan gowes para pebalap yang sebagian besar berasal dari mancanegara. Hal ini pun menjadikan titik-titik tertentu dari etape yang dilewati dibanjiri pengunjung. Termasuk titik start dan titik finish.

Pada daerah tersebut ternyata banyak pengunjung yang datang tak hanya melihat hasil perlombaan tetapi juga mencari buah tangan. Hal ini dipandang sebagai peluang bagi sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia yang datang langsung dari Depok untuk menjual oleh-oleh di titik finish setiap etape TdS.

"Kita ingin membuktikan mahasiswa tak hanya demo-demo saja," ujar Adit, salah satu mahasiswa yang juga penjaga stan cenderamata di lokasi finish etape empat TdS Sijunjung-Pulau Punjung, di Pulau Punjung,

Adit mengatakan mereka membawa seluruh cenderamata yang mereka jual pada event tersebut langsung dari Jakarta. "Iya bawa semua barangnya dari Jakarta, ada stiker, tas, kaos polo, gantungan kunci, topi," tambah Adit.

Semua barang-barang cenderamata yang mereka bawa bertuliskan Tour de Singkarak dengan berbagai desain. Adit dengan beberapa orang temannya mengikuti setiap etape yang digelar TdS, sebanyak 7 etape.

"Ya kita ikutin semuanya di tempat-tempat finish. Keuntungan lumayan banyak yang membeli setiap harinya. Apalagi pas hari pertama itu ya di Ekuator Imam Bonjol itu banyak banget. Padahal itu kan di pelosok. Mungkin karena etape pertama jadi masih euforia," katanya.

Sumber : Kompas.co.id

Categories:

Leave a Reply