Tour de Singkarak 2013



Etape 4 Tour de Singkarak 2013 menempuh rute Sijunjung-Dharmasraya berjarak 189 km kema­rin (5/6), menghasilkan kejutan. Pe­balap Indonesia mulai unjuk gigi me­rebut mencatatkan posisi dua dan tiga. Posisi pertama direbut pebalap dari OCB Singapura Continental Cycling, Sea Keong Loh dengan waktu 4:29:44.

Pebalap Indonesia tergabung da­lam CCN Cycling Team, Fito Bakdo Friljani, finish di urutan kedua dengan catatan waktu 4:29:44. Disusul pebalap tim nasional Indonesia, Rasta Patria Dinawan, dalam waktu 4:29:44. 

Pada etape 3 Padangpanjang-Tanahdatar ber­jarak 206 km, Rasta Patria Dinawan hanya finish di urutan 41 dengan catatan waktu 5:32:14. Sedangkan Fito Bakdo Friljani finish di posisi 87 dengan waktu 5:41:56.

Bagi Sea Keong Loh pemenang etape 4 ini, pencapaian ini juga menjadi capaian terbaik bagi pebalap asal Malaysia itu. Pada etape 3, Sea Keong Loh hanya finish di urutan 14 dengan catatan waktu 5:29:22.

Sedangkan peraih yellow jersey (pimpinan lomba dari seluruh etape), kembali beralih ke salah satu pebalap Tabriz Petrocemichal Cycling Team, Alireza Asgharzadeh dengan total catatan waktu 15:27:15. Dia  mengungguli pebalap Differ­dange-Losch Johan Coenen dengan selisih waktu 8 detik.


Dalam etape 4 ini, gelar king of mountain (KOM) alias raja tanjakan masih dipegang peba­lap tim Differdange-Losch Johan Coenen dengan total 21 poin. Sedangkan raja sprint, sebe­lumnya milik pebalap Tabriz Petrocemichal Hossein Nateghi, beralih ke pebalap asal Team 7 Philipines Jerry Aquino me­ngumpulkan 15 poin.

Untuk gelar bergengsi peba­lap lokal diambil alih pebalap se­nior Tonton Susanto dari Putra Perjuangan Bandung de­n­gan total catatan waktu 15:31:36. Dalam etape 4 ini, Tonton Su­santo hanya mampu finis di urutan ke-12 dengan catatan waktu 4:29:50.

Rute Datar

Pada etape 4 dengan rute berkarakter datar dan minim tikungan tajam itu, pebalap memulai perlombaan di depan Gedung Pancasila Sijunjung dilepas Wakil Menteri Pari­wisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar bersama Gu­ber­nur Sumbar Irwan Prayitno dan Bupati Sijunjung Yuswir Arifin.

Sedangkan saat finis di de­pan Kantor Bupati Dharmas­raya, para pebalap disambut Bupati Dharmasraya Adi Guna­wan diiringi suguhan kesenian tra­disional reog ponorogo, sa­lu­ang dendang dan gendang tasa.

Adi Gunawan mengatakan, Dharmasraya memiliki keu­nikan dari sisi budaya karena di daerah pemekaran ini ada pen­duduk Minang, Jawa, Sunda dan Batak hidup berdampingan dan rukun.

Dia berharap TdS ini bisa jadi momentum memper­kenal­kan daerah multikultural itu ke dunia internasional, dan ber­dampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Sumber : padangekspres.co.id

Categories:

Leave a Reply